Secara umum ada 3 jenis kayu flooring yang ditawarkan di pasaran yaitu : Flooring Kayu Solid (Solidwood Flooring atau Hardwood Flooring), Flooring Veneer (Engineered Flooring), dan Laminated Flooring (HDF/MDF). Pembagian jenis-jenis flooring ini adalah berdasarkan bahan baku dan proses pembuatan bahan baku untuk flooring.
Flooring Kayu Solid (Solidwood Flooring)
Flooring Kayu Solid adalah sepotong kayu utuh tanpa pelapisan apapun juga. Sebagian orang menyebutnya sebagai Hardwood Flooring, karena pada umumnya terbuat dari jenis kayu yang keras.
Sesuai dengan fungsinya sebagai pelapis lantai yang bersifat permanent, pilihan atas kayu keras merupakan suatu keharusan, sebab kayu yang kurang keras sangat rentan terhadap serangan rayap ataupun semut putih, disamping itu koefisien muai-susutnya juga lebih besar sehingga kayu mudah melengkung dan retak.
Dengan alasan estetika dan nuansa alamiahnya, Flooring Kayu Solid tetap unggul dan menjadi pilihan utama. Disamping itu, Flooring Kayu Solid juga bisa di re-finishing berulang-ulang. Namun demikian harganya relatif lebih mahal daripada flooring jenis lain. Semakin bagus kwalitas bahan kayunya semakin mahal pula harganya.
Kwalitas bahan kayunya sendiri ditentukan oleh 2 faktor yang saling berkaitan yaitu faktor Keindahan dan faktor Kekuatan. Jika keindahan kayu dapat terlihat secara kasat mata dari segi kehalusan serat kayunya, corak maupun warna, maka kekuatan kayu bisa diketahui dari Berat Jenis dan berdasarkan Janka Hardness Test yang menggunakan metode perhitungan dari Brinell.
Bagi kalangan masyarakat properti di Amerika maupun Eropa, pilihan penggunaan Solidwood Flooring yang berkwalitas dianggap sebagai investasi yang dapat menaikkan harga jual propertinya dikemudian hari, oleh karena dari hari ke hari Solidwood Flooring menjadi semakin mahal harganya di pasaran.
Flooring Veneer (Engineered Flooring)
Flooring Veneer atau Engineered Flooring adalah beberapa lapisan kayu asli yang di pres dan direkatkan menjadi satu. Biasanya lapisan pertama sebagai permukaannya merupakan bahan kayu yang berkwalitas bagus, sedangkan lapisan dibawahnya adalah bahan kayu yang lebih murah atau menggunakan plywood.
Beberapa merek tertentu dari engineered flooring cukup berkualitas dan kuat terutama yang menggunakan pola pelapisan dengan arah serat yang berlawanan sehingga mempunyai daya tahan yang kuat terhadap perubahan kelembaban udara maupun lantai, sehingga sangat dicocok untuk diaplikasikan dalam lantai basement. Keindahan motif kayu permukaannya dapat dinikmati dengan harga yang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan flooring kayu solid yang utuh.
Laminated Flooring (HDF/MDF)
Laminated Flooring terbuat serbuk dan/atau bubur kayu (pulp) yang dipadatkan dengan tekanan tinggi (High Density Fiber/Medium Density Fiber) dan diberi pelapisan resin acrilyc yang bermotif kayu tiruan.
Ada berbagai macam pilihan Laminated Flooring di pasaran dewasa ini, baik yang produksi local maupun yang impor, dengan berbagai corak pilihan yang sangat indah dan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan Solidwood Flooring atau Engineered Flooring, sehingga jenis ini sangat cocok sebagai pilihan bagi mereka yang bermaksud mengaplikasikan pelapis lantai dari kayu tapi dengan budget yang ringan. Pemasangannya juga relatif lebih mudah dan cepat.
Hanya kelemahannya adalah, Laminated Flooring tidak tahan terkena genangan air dan tidak bisa di re-finishing.