Sistem Koneksi
Sambung antar kepingan flooring yang terbaik adalah dengan sistim Tounge & Groove (T&G) pada keempat sisi kepingan flooring. Sistim sambungan T&G yang dibuat dengan menggunakan mesin spindle ini sangat presisi dan membuat interkoneksi flooring menjadi lebih kuat, rapi dan indah.
Tehnik Instalasi
Sebelum flooring dipasang ke lantai, maka harus dipastikan terlebih dahulu permukaan lantai dalam keadaan yang bersih dari kotoran, kering dan rata. Setelah itu permukaan lantai dilapisi dengan underlayer. Penggunaan triplek/plywood sebagai pelapis lebih banyak digunakan untuk aplikasi laminated flooring atau jenis flooring lain yang ketebalannya jauh dibawah standar, tujuannya adalah agar struktur dasar lantai flooring menjadi lebih kuat. Sedangkan untuk engineered flooring dan Solidwood flooring yang dimensinya memenuhi standar direkomendasikan untuk menggunakan lapisan dari polyfoam yang berkwalitas, tujuannya adalah untuk menghalangi pengaruh uap air yang berasal dari lantai ke kayu flooring, disamping itu underlayer polyfoam juga berguna untuk menjaga elastisitas flooring manakala terjadi muai-susut pada flooring. Untuk lantai dasar yang ditenggarai lebih besar kelembabannya, sebaiknya diberi sapuan waterproofing dari bahan acrylic sebelum underlayer dipasangkan, dengan demikian kayu flooring akan menjadi lebih terlindungi dan awet.
Setelah pelapis berupa triplek dan/atau polyfoam terpasang, barulah flooring mulai dipasang. Secara umum ada 3 tehnik instalasi yaitu :
1. Di paku (nail down)
Cara ini dilakukan manakala pelapis tambahannya adalah triplek atau plywood. Cara ini banyak digunakan dalam aplikasi laminated flooring atau flooring jenis lain yang ketebalan kurang dari standar supaya struktur dasar lantai flooring menjadi lebih kuat.
2. Di lem (glue down)
Tehnik ini lebih populer dan praktis digunakan untuk wilayah yang beriklim tropis seperti Indonesia, sebab struktur dasar lantai flooring mencengkram lebih kuat ke lantai sehingga menjadi lebih stabil manakala terjadi muai-susut. Tapi kelemahannya adalah flooring akan rusak kalau dibongkar.
3. Di ambangkan (Floating)
Dengan cara ini, flooring tidak dipaku atau di lem ke lantai, tetapi dirangkai dengan cara menyatukan lidah dan alur (Tounge & Groove). Agar hamparan flooring menjadi satu kesatuan yang solid, diantara sambungan lidah dan alur diberikan lem. Cara ini lebih bagus dilakukan untuk jenis flooring yang berat jenisnya lebih berat, karena tekanan berat flooring ke lantai bisa lebih kuat dan kokoh. Keuntungan dari sistim ini adalah, kayu flooring tersebut apabila dibongkar atau dipindahkan tidak rusak. Disamping itu, tidak merusak lantai semula dari keramik, granit atau marmer.
Dari semua tehnik instalasi yang ada, semuanya mempunyai keunggulannya sendiri-sendiri dan sangat tergantung dengan situasi dan kondisi lokasi yang akan di aplikasikan serta jenis flooring yang akan dipasang. Oleh karena itu sebaiknya berkonsultasi dengan installer yang berpengalaman untuk mendapatkan solusi yang terbaik.